Ekspedisi Surabaya - Seiring berkembangnya sarana transportasi untuk pengiriman barang, maka Ekspedisi kapal laut pun ber ekspansi ke bidang lain, antara lain Trucking. Ekspedisi Surabaya juga mengikuti perkembangan teknologi menggunakan sistem aplikasi yang sudah terkoneksi dengan internet. Ekspedisi Surabaya mempunyai beberapa tujuan rutin yang menggunakan jasa pengiriman menggunakan ekspedisi kapal laut yaitu Kalimantan(banjarmasin, balikpapan, samarinda), sulawesi, makasar, ambon dan papua
Ekspedisi Surabaya PT. Surabaya Putra Mandiri mempunyai cabang di Jakarta dan di Banjarmasin. didukung armada Trucking sebanyak 15 unit dengan chassis 20 feet dan 40 feet.
Dengan banyaknya persaingan di dunia bisnis Ekspedisi sehingga membuat beberapa Ekpedisi kapal laut berevolusi dan berkembang mengikuti perkembangan teknologi, salah satunya ekspedisi surabaya .
untuk informasi hubungi 081333561114
Tampilkan postingan dengan label SPM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SPM. Tampilkan semua postingan
Ekspedisi Surabaya | Ekspedisi Kapal Laut | Ekspedisi Jatim | Cargo Laut
Ekspedisi Kapal Laut | Cargo Laut
Ekspedisi kapal laut Surabaya - Ekspedisi Surabaya Jatim merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL), Yang pasti bisnis ini tidak bisa disamakan dengan jual beli barang, cukup memborong sejumlah barang kemudian dijual kembali lalu dapat untung, selesai. Mendirikan perusahaan jasa ekspedisi tidak hanya mengandalkan modal namun juga membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas secara skill dan spirit. Bisnis jasa ekspedisi juga bukan bisnis individual, artinya harus terbentuk team yang berisi orang-orang yang memiliki semangat dan dedikasi tinggi untuk memajukan perusahaan. Jadi tidak serta-merta kita mempunyai modal cukup lantas berharap perusahaan bisa berkembang pesat. Intinya ada keterkaitan antara modal, lokasi, dan SDM yang berkualitas untuk kemajuan perusahaan.
Cara merintis Perusahaan Jasa ekspedisi
Bisnis ekspedisi atau jasa pengiriman barang adalah peluang bisnis yang menguntungkan jika dikelola dengan benar. Namun untuk memulai bisnis ini kita harus melakukan beberapa riset terlebih dulu, tentunya terkait dengan potensi peluang dan keuntungan dari bisnis ekspedisi itu sendiri. Berikut ini kami berikan beberapa panduan untuk mengelola bisnis jasa pengiriman barang supaya bisa berkembang lebih pesat.
Tentukan Daerah Operasi dan Alat Transportasi
Tentukan apakah Anda akan menggunakan mobil atau motor atau mungkin kedua-duanya untuk mengangkut barang kiriman. Disini tentu saja mobil dapat menjangkau kota dalam cakupan yang lebih besar sementara jika sepeda motor hanya terbatas pada wilayah yang sempit. Apabila posisi Anda ada di pusat kota yang terdapat banyak firma hukum atau bank ataupun perkantoran yang mendukung bisnis Anda, mungkin sepeda motor adalah opsi paling ideal terutama bagi Anda yang masih pemula.
Namun sebaliknya jika Anda berada jauh dari pusat kota, Anda harus menggunakan mobil untuk media pengiriman barang. Sekali lagi mobil memiliki jangkauan yang lebih luas, jadi semakin luas daya jelajah operasi Anda maka semakin besar keuntungan yang Anda peroleh. Dengan sendirinya bisnis ekspedisi yang Anda kelola semakin maju.
Tentukan Item Barang
Potensi berkembangnya bisnis jasa ekspedisi yang Anda kelola akan semakin terlihat apabila Anda mampu melayani lebih banyak item barang yang dikirimkan. Dalam hal ini tentu saja kapasitas fasilitas angkut yang Anda miliki mempunyai peran besar, dengan kata lain kapasitas penyimpanan sangat berpengaruh jika Anda melayani lebih banyak barang yang berbeda baik dari berat dan ukurannya.
cargo laut
Jika yang Anda tangani berupa pengiriman paket kecil namun berharga seperti dokumen rahasia atau surat-surat penting, Anda wajib menggunakan tas berkualitas tinggi tahan panas dan air. Dan yang paling penting jika Anda melayani pengiriman untuk item yang lebih besar, misalnya cargo medis, cargo industri, paket makanan, atau barang dimensi besar lainnya, Anda membutuhkan kendaraan khusus yang sanggup menampung sejumlah barang tersebut.
Tentukan Biaya Operasional
Sebagai bentuk identitas bisnis yang kompeten Anda harus menentukan biaya rata-rata, biaya tambahan (untuk jarak tempuh tertentu), biaya asuransi, jam operasional, batas pengiriman barang, dan layanan lain. Untuk menarik minat customer Anda bisa menawarkan harga khusus atau diskon, hal ini penting untuk tetap eksis apalagi jika terlalu banyak competitor. Layani customer dengan ramah dengan begitu mereka akan menggunakan jasa Anda lagi sewaktu-waktu.
Legalitas dan Promosi
Untuk mendapatkan kepercayaan penuh dari costumer terkait bisnis ekspedisi ini, maka Anda wajib memiliki izin usaha atau legalitas dari pemerintah. Dan untuk media promosi Anda bisa membuat website untuk membangun bisnis pengiriman barang secara online. Lengkapi dengan konten mengenai daerah jangkauan pengiriman, daftar biaya, jam operasional, dan semua yang berkaitan dengan layanan ekspedisi secara detail dan spesifik.
Cara merintis Perusahaan Jasa ekspedisi
Bisnis ekspedisi atau jasa pengiriman barang adalah peluang bisnis yang menguntungkan jika dikelola dengan benar. Namun untuk memulai bisnis ini kita harus melakukan beberapa riset terlebih dulu, tentunya terkait dengan potensi peluang dan keuntungan dari bisnis ekspedisi itu sendiri. Berikut ini kami berikan beberapa panduan untuk mengelola bisnis jasa pengiriman barang supaya bisa berkembang lebih pesat.
Tentukan Daerah Operasi dan Alat Transportasi
Tentukan apakah Anda akan menggunakan mobil atau motor atau mungkin kedua-duanya untuk mengangkut barang kiriman. Disini tentu saja mobil dapat menjangkau kota dalam cakupan yang lebih besar sementara jika sepeda motor hanya terbatas pada wilayah yang sempit. Apabila posisi Anda ada di pusat kota yang terdapat banyak firma hukum atau bank ataupun perkantoran yang mendukung bisnis Anda, mungkin sepeda motor adalah opsi paling ideal terutama bagi Anda yang masih pemula.
Namun sebaliknya jika Anda berada jauh dari pusat kota, Anda harus menggunakan mobil untuk media pengiriman barang. Sekali lagi mobil memiliki jangkauan yang lebih luas, jadi semakin luas daya jelajah operasi Anda maka semakin besar keuntungan yang Anda peroleh. Dengan sendirinya bisnis ekspedisi yang Anda kelola semakin maju.
Tentukan Item Barang
Potensi berkembangnya bisnis jasa ekspedisi yang Anda kelola akan semakin terlihat apabila Anda mampu melayani lebih banyak item barang yang dikirimkan. Dalam hal ini tentu saja kapasitas fasilitas angkut yang Anda miliki mempunyai peran besar, dengan kata lain kapasitas penyimpanan sangat berpengaruh jika Anda melayani lebih banyak barang yang berbeda baik dari berat dan ukurannya.
cargo laut
Jika yang Anda tangani berupa pengiriman paket kecil namun berharga seperti dokumen rahasia atau surat-surat penting, Anda wajib menggunakan tas berkualitas tinggi tahan panas dan air. Dan yang paling penting jika Anda melayani pengiriman untuk item yang lebih besar, misalnya cargo medis, cargo industri, paket makanan, atau barang dimensi besar lainnya, Anda membutuhkan kendaraan khusus yang sanggup menampung sejumlah barang tersebut.
Tentukan Biaya Operasional
Sebagai bentuk identitas bisnis yang kompeten Anda harus menentukan biaya rata-rata, biaya tambahan (untuk jarak tempuh tertentu), biaya asuransi, jam operasional, batas pengiriman barang, dan layanan lain. Untuk menarik minat customer Anda bisa menawarkan harga khusus atau diskon, hal ini penting untuk tetap eksis apalagi jika terlalu banyak competitor. Layani customer dengan ramah dengan begitu mereka akan menggunakan jasa Anda lagi sewaktu-waktu.
Legalitas dan Promosi
Untuk mendapatkan kepercayaan penuh dari costumer terkait bisnis ekspedisi ini, maka Anda wajib memiliki izin usaha atau legalitas dari pemerintah. Dan untuk media promosi Anda bisa membuat website untuk membangun bisnis pengiriman barang secara online. Lengkapi dengan konten mengenai daerah jangkauan pengiriman, daftar biaya, jam operasional, dan semua yang berkaitan dengan layanan ekspedisi secara detail dan spesifik.
Cargo Laut
Ekspedisi Surabaya - Beberapa Istilah dalam Kegiatan Ekspedisi umumnya untuk ekspedisi kapal laut :
Shipper adalah nama lain dari exporter atau pengirim barang. Istilah shipper ini akan selalu di pakai sebagai pengganti kata exporter / pengirim barang./ penjual.
Consignee adalah nama lain dari importer atau penerima barang. Istilah ini akan selalu dipakai sebagai pengganti kata importer / penerima barang / pembeli.
Notify Party adalah pihak ketiga selain Consignee yang mengetahui adanya sebuah pengiriman barang.
Vessel adalah Kapal
Voyage / Voy. Adalah nomor pengapalan
Shipping Marks & Numbers adalah keterangan yang tertera atau tertulis dalam kemasan barang
Descriptions of Goods adalah deskripsi barang
Gross Weight / G.W. adalah berat kotor barang
Net Weight / N.W. adalah berat bersih barang tanpa kemasan
Shipping Schedule adalah Schedule Keberangkatan Kapal / Pesawat
Warehouse adalah Gudang tempat penumpukan barang yang dikirim dengan tidak menggunakan container
UTPK adalah Unit Tempat Penumpukan Peti Kemas
DEPO adalah tempat penumpukan container kosong
Delivery Order / DO adalah Surat yang diterbitkan pihak shipping atau forwarder kepada shipper sebagai tanda bukti pengambilan container kosong dan atau tanda bukti pengiriman barang dari gudang shipper ke UTPK atau Warehouse.
Stuffing / Loading adalah proses pemuatan barang export kedalam container atau truck angkutan (berlaku untuk kegiatan export)
UnStuffing / Unloading adalah proses pembongkaran dari dalam container atau truck angkutan (berlaku untuk kegiatan import)
Feeder Vessel adalah Kapal pengangkut dari pelabuhan muat ke pelabuhan transit. Jenis kapal ini kecil hanya muat untuk mengangkut 3000an kontainer
Mother Vessel adalah Kapal pengangkut / kapal besar yang mengangkut muatan dari pelabuhan transit ke pelabuhan tujuan diseluruh penjuru dunia
Open Stack ( O/S ) adalah waktu dibukanya container / barang boleh di tempatkan di UTPK atau warehouse
Closing Time ( C/T ) adalah waktu ditutupnya pemasukan / penumpukan barang di UTPK atau warehouse.
ETD adalah Estimated Time of Departure yaitu Waktu Perkiraan Keberangkatan Kapal / Pesawat dari pelabuhan muat
ETA adalah Estimated Time of Arrival yaitu Waktu Perkiraan Kedatangan Kapal / Pesawat
LCL adalah Less than Container Loaded yaitu system pengiriman barang tanpa menggunakan container atau dengan kata lain pengiriman barang yang kapasitasnya dibawah standar kapasitas muat container.
FCL adalah Full Container Loaded yaitu Pengiriman Barang dengan Menggunakan Kontainer.
Part Of Shipment adalah Pengiriman Barang menggunakan 1 kontainer dimana didalam container tersebut terdiri dari berapa nama shipper namun dengan tujuan satu Consignee.
Dry Container adalah container kering / standar yang digunakan untuk mengirim barang2 biasa yang tidak berbahaya dan bukan merupakan barang gas atau cair. COntohnya mebel, handicraft, garment, …etc
Reefer Container adalah container yang memiliki pengatur suhu. Biasa digunakan untuk pengiriman produk makanan seperti Ikan hidup, Udang Hidup, buah-buahan, sayur-sayuran..dll
Itulah beberapa istilah umum yang digunakan dalam ekspedisi kapal laut, semoga bisa membantu, terim kasih
Shipper adalah nama lain dari exporter atau pengirim barang. Istilah shipper ini akan selalu di pakai sebagai pengganti kata exporter / pengirim barang./ penjual.
Consignee adalah nama lain dari importer atau penerima barang. Istilah ini akan selalu dipakai sebagai pengganti kata importer / penerima barang / pembeli.
Notify Party adalah pihak ketiga selain Consignee yang mengetahui adanya sebuah pengiriman barang.
Vessel adalah Kapal
Voyage / Voy. Adalah nomor pengapalan
Shipping Marks & Numbers adalah keterangan yang tertera atau tertulis dalam kemasan barang
Descriptions of Goods adalah deskripsi barang
Gross Weight / G.W. adalah berat kotor barang
Net Weight / N.W. adalah berat bersih barang tanpa kemasan
Shipping Schedule adalah Schedule Keberangkatan Kapal / Pesawat
Warehouse adalah Gudang tempat penumpukan barang yang dikirim dengan tidak menggunakan container
UTPK adalah Unit Tempat Penumpukan Peti Kemas
DEPO adalah tempat penumpukan container kosong
Delivery Order / DO adalah Surat yang diterbitkan pihak shipping atau forwarder kepada shipper sebagai tanda bukti pengambilan container kosong dan atau tanda bukti pengiriman barang dari gudang shipper ke UTPK atau Warehouse.
Stuffing / Loading adalah proses pemuatan barang export kedalam container atau truck angkutan (berlaku untuk kegiatan export)
UnStuffing / Unloading adalah proses pembongkaran dari dalam container atau truck angkutan (berlaku untuk kegiatan import)
Feeder Vessel adalah Kapal pengangkut dari pelabuhan muat ke pelabuhan transit. Jenis kapal ini kecil hanya muat untuk mengangkut 3000an kontainer
Mother Vessel adalah Kapal pengangkut / kapal besar yang mengangkut muatan dari pelabuhan transit ke pelabuhan tujuan diseluruh penjuru dunia
Open Stack ( O/S ) adalah waktu dibukanya container / barang boleh di tempatkan di UTPK atau warehouse
Closing Time ( C/T ) adalah waktu ditutupnya pemasukan / penumpukan barang di UTPK atau warehouse.
ETD adalah Estimated Time of Departure yaitu Waktu Perkiraan Keberangkatan Kapal / Pesawat dari pelabuhan muat
ETA adalah Estimated Time of Arrival yaitu Waktu Perkiraan Kedatangan Kapal / Pesawat
LCL adalah Less than Container Loaded yaitu system pengiriman barang tanpa menggunakan container atau dengan kata lain pengiriman barang yang kapasitasnya dibawah standar kapasitas muat container.
FCL adalah Full Container Loaded yaitu Pengiriman Barang dengan Menggunakan Kontainer.
Part Of Shipment adalah Pengiriman Barang menggunakan 1 kontainer dimana didalam container tersebut terdiri dari berapa nama shipper namun dengan tujuan satu Consignee.
Dry Container adalah container kering / standar yang digunakan untuk mengirim barang2 biasa yang tidak berbahaya dan bukan merupakan barang gas atau cair. COntohnya mebel, handicraft, garment, …etc
Reefer Container adalah container yang memiliki pengatur suhu. Biasa digunakan untuk pengiriman produk makanan seperti Ikan hidup, Udang Hidup, buah-buahan, sayur-sayuran..dll
Itulah beberapa istilah umum yang digunakan dalam ekspedisi kapal laut, semoga bisa membantu, terim kasih
Ekspedisi Kapal Laut Surabaya
Pengertian EMKL (Ekspedisi Muatan Kapal Laut) adalah usaha pengurusan dokumen dan muatan yang akan diangkut melalui kapal atau pengurusan dokumen dan muatan yang berasal dari kapal yang bertugas untuk mengurus barang dari pemilik yang secara tertulis telah mendapat kuasa dari pemilik.
FREIGHT FORWARDER adalah Badan usaha yang bertujuan untuk memberikan jasa pelayanan pengurusan atas seluruh kegiatan yang di perlukan bagi terlaksananya pengiriman, pengangkutan dan penerimaan barang baik laut, udara dan darat.
Ocean Freight adalah tarif dasar ongkos kirim container dengan kapal container dari pelabuhan asal ke pelabuhan tujuan yang harganya per unit container.
THC (Terminal Handling Charge) adalah biaya yang dikenakan oleh pihak pelayaran dalam hal pengelolaan container di terminal peti kemas yang harganya juga per unit container.
LO-LO artinya Lift On Lift Off
Lift Off adalah biaya pemakaian alat dalam hal menurunkan container dari truck trailer.
Lift On adalah biaya pemakaian alat dalam hal menaikan container ke atas truck trailer.
SOC (Shipper Own Container) adalah Container Milik Shipper.
COC (Carrier Own Container) adalah Container Milik Pelayaran.
On Board date adalah kondisi yang menerangkan waktu dimana barang dinaikkan ke atas kapal.
CY (Container Yard) adalah metode pengiriman dari Tempat Penumpukan Peti Kemas Negara asal sampai ke Tempat Penumpukan Peti Kemas Negara tujuan.
CFS (Container Freight Station) adalah metode pengiriman dari Gudang LCL Negara asal sampai ke Gudang LCL Negara tujuan.
CY to CY adalah jenis layanan dimana biaya yang dibayarkan kepada pihak ekspedisi adalah biaya tambang atau ocean freight, biaya THC/LOLO di pelabuhan asal dan tujuan. Sedangkan biaya Trucking Pick Up dan Delivery menjadi urusan dan tanggung jawab pengirim dan penerima barang.
Port to CY adalah jenis layanan dimana biaya yang dibayarkan kepada pihak ekspedisi adalah biaya tambang atau ocean freight, biaya THC/LOLO di pelabuhan tujuan. Sedangkan biaya Trucking Pick Up dan Delivery serta biaya THC/LOLO di pelabuhan asal menjadi urusan dan tanggung jawab pengirim dan penerima barang.
Port to Door adalah Jenis layanan dimana biaya yang dibayarkan kepada pihak ekspedisi adalah biaya tambang atau ocean freight, trucking delivery serta biaya THC/LOLO di pelabuhan tujuan. Sedangkan biaya Trucking Pick Up dan biaya THC/LOLO di pelabuhan asal menjadi urusan dan tanggung jawab pengirim barang.
Port To Port adalah jenis layanan dimana semua biaya seperti biaya tambang atau ocean freight, biaya THC/LOLO di pelabuhan tujuan, biaya Trucking Pick Up dan Delivery serta biaya THC/LOLO di pelabuhan asal menjadi urusan dan tanggung jawab pengirim dan penerima barang.
Door To Door adalah jenis layanan dimana semua biaya seperti biaya tambang atau ocean freight, biaya THC/LOLO di pelabuhan tujuan, biaya Trucking Pick Up dan Delivery serta biaya THC/LOLO di pelabuhan asal dibayarkan kepada pihak ekspedisi.
LCL (Less than Container Loaded) adalah system pengiriman barang tanpa menggunakan container atau dengan kata lain pengiriman barang yang kapasitasnya dibawah standar kapasitas muat container.
barang yang kita kirim itu ditujukan ke Gudang penumpukan dari shipping agent. Lalu dari pihak Gudang tersebut akan mengumpulkan barang-barang kiriman LCL lain hingga memenuhi quota untuk di loading / di muat ke dalam container.
FCL (Full Container Loaded) yaitu jenis pengiriman barang terdiri dari 1 perusahaan dengan menggunakan container.
Ekspedisi harus mendatangkan container ke Gudang kita untuk proses pemuatan barang, setelah selesai muat, maka container itu kita segel dan kita kirimkan ke Tempat Penumpukan Peti Kemas dipelabuhan.
Shipper adalah Pengirim barang. Nama dan alamat lengkap Shipper harus tertulis jelas didalam dokumen-dokumen seperti : Bill Of Lading, Packing List, Commercial Invoice, COO, PEB (Pemberitahuan Export Barang), PIB (Pemberitahuan Import Barang ketika Importir mengurus proses pengeluaran barang dari Pelabuhan).
Consignee adalah Penerima barang. Nama dan alamat lengkap Consignee harus tertulis jelas didalam dokumen-dokumen seperti : Bill Of Lading, PackingList, Commercial Invoice, COO, PEB (Pemberitahuan Export Barang), PIB (Pemberitahuan Import Barang ketika Importir mengurus proses pengeluaran barang dari Pelabuhan).
Notify Party adalah pihak ketiga selain Consignee yang mengetahui adanya sebuah pengiriman barang.
Vessel adalah Kapal.
Voyage / Voy Adalah nomor pengapalan.
UTPK adalah Unit Tempat Penumpukan Peti Kemas.
DEPO adalah tempat penumpukan container kosong.
Delivery Order / DO adalah Surat yang diterbitkan pihak shipping atau forwarder kepada shipper sebagai tanda bukti pengambilan container kosong dan atau tanda bukti pengiriman barang dari gudang shipper ke UTPK atau Warehouse.
Stuffing / Loading adalah proses pemuatan barang export kedalam container atau truck angkutan (berlaku untuk kegiatan export).
UnStuffing / Striping adalah proses pembongkaran dari dalam container atau truck angkutan (berlaku untuk kegiatan import).
Feeder Vessel adalah Kapal pengangkut dari pelabuhan muat ke pelabuhan transit. Jenis kapal ini kecil hanya muat untuk mengangkut 3000an kontainer
Open Stack ( O/S ) adalah waktu dibukanya container / barang boleh di tempatkan di UTPK atau warehouse.
Closing Time ( C/T ) adalah waktu ditutupnya pemasukan / penumpukan barang di UTPK atau warehouse.
ETD adalah Estimated Time of Departure yaitu Waktu Perkiraan Keberangkatan Kapal dari pelabuhan muat.
ETA adalah Estimated Time of Arrival yaitu Waktu Perkiraan Kedatangan Kapal.
ETB adalah Estimated Time of Berthing yaitu Waktu Perkiraan Kapal Berlabuh / Sandar.
Space adalah tempat yang tersedia didalam kapal.
Storage adalah biaya penumpukan container di area tempat penimbunan sementara (TPS) dan yang menarik biaya tersebut adalah pemilik/pengelola lahan tersebut kepada pengguna container seperti Pelabuhan, Gudang berikat dll.
Demurage adalah batas waktu pemakaian container didalam pelabuhan (CY : Container Yard) mulai bongkar (discharges) kapal samapai pintu ke luar pelabuhan (Get out) ataupun sebaliknya mulai dari pintu masuk pelabuhan (Get in) sampai Muat (Loading) ke kapal.
Detention adalah batas waktu pemakaian container di luar pelabuhan antara depot out (Keluar gudang) container maskapai pelayaran samapai masuk ke pintu pelabuhan (depot in) atau dari pintu keluar pelabuhan (depot out) sampai container masuk ke gudang container (depot in) Maskapai pelayaran.
Haulage adalah mengangkut petikemas dengan menggunakan chasis/truck dalam daerah kerja pelabuhan dari lambung kapal ke Container Yard (CY) / lapangan penumpukan atau sebaliknya.
CBM (Cubication / Measurement) adalah ukuran kubikasi suatu barang.
Customs Clearance adalah proses administrasi pengiriman dan atau pengeluaran barang ke / dari Pelabuhan muat / Bongkar yang berhubungan dengan Kepabeanan dan administrasi pemerintahan.
Freight Prepaid adalah Sistem pembayaran biaya pengiriman barang di pelabuhan muat.
Freight Collect adalah Sistem pembayaran biaya pengiriman barang di pelabuhan bongkar.
F.O.B adalah Free On Board adalah system pembelian barang dimana semua biaya Pengiriman atau O/F , Asuransi dan harga barang dibayarkan setelah kapal sampai atau di pelabuan bongkar.
C.I.F adalah Cost Insurance & Freight adalah system pembelian barang dimana Biaya Pengiriman, Asuransi dan Harga barang dibayarkan sebelum kapal berangkat / di pelabuhan muat.
C & F adalah Cost and Freight adalah system pembelian barang dimana Biaya Pengiriman dan Harga Barang di bayarkan di pelabuhan muat namun asuransi menjadi tanggungan Penerima Barang.
Bill Of Lading atau B/L adalah Surat / Dokumen yang diterbitkan oleh Shipping Line / Freight Forwarder untuk setiap pengiriman barang Export. Bill Of Lading ini di terbitkan pada tanggal keberangkatan Kapal. Bill Of Lading ini nantinya akan diberikan kepada consignee untuk mengambil barang di tempat tujuan (pengambilan import). Fungsi dari Bill Of Lading ini sangat banyak. Selain sebagai bukti pengambilan barang di tujuan, juga dilampirkan dalam proses pembuatan COO.
Certificate of Origin adalah Sertifikat Asal Barang. Diterbitkan oleh DISPERINDAG kepada exporter. Kegunaannya adalah sebagai bukti keaslian barang dari Negara Asal yang tertera pada Bill Of Lading.
Packing List adalah Daftar Sistem Pengepakan. Packing List ini diterbitkan oleh setiap exporter setiap kali akan export. Data2 Packing List inilah yang akan di muat pada Bill of Lading maupun AirWayBill. Packing List berisikan data2 Nama dan alamat Shipper, Nama dan Alamat Consignee, Nama dan Alamat Notify Party (jika ada), Nama Barang, Jumlah dan Jenis Kemasan, Jumlah barang, Berat Bersih / Net Weight, Berat Kotor / Gross Weight, Kubikasi, Shipping Marks & Numbers / Keterangan yang tertulis pada kemasan, Nama Vessel, Pelabuhan Muat, Pelabuhan Bongkar.
Comemrcial Invoice adalah Daftar Nilai / Harga Barang yang tercantum dalam Packing List. Commercial Invoice ini berisikan nilai barang per item dan total nilai barang. Bill Of Lading, Packing List dan Commercial Invoice adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam proses Export dan Import atau bisa dikatakan ketiga dokumen ini adalah 1 set dokumen Export / Import.
P.O.L adalah Port Of Loading yaitu Pelabuhan Muat.
P.O.D adalah Port of Discharge yaitu Pelabuhan Bongkar.
kjukj
Place of Delivery yaitu Tujuan akhir Pengiriman Barang.
Place of Receipt yaitu Tempat Penerimaan Barang.
Customs Clearance adalah proses administrasi pengiriman dan atau pengeluaran barang ke / dari Pelabuhan muat / Bongkar yang berhubungan dengan Kepabeanan dan administrasi pemerintahan.
FREIGHT FORWARDER adalah Badan usaha yang bertujuan untuk memberikan jasa pelayanan pengurusan atas seluruh kegiatan yang di perlukan bagi terlaksananya pengiriman, pengangkutan dan penerimaan barang baik laut, udara dan darat.
Ocean Freight adalah tarif dasar ongkos kirim container dengan kapal container dari pelabuhan asal ke pelabuhan tujuan yang harganya per unit container.
THC (Terminal Handling Charge) adalah biaya yang dikenakan oleh pihak pelayaran dalam hal pengelolaan container di terminal peti kemas yang harganya juga per unit container.
LO-LO artinya Lift On Lift Off
Lift Off adalah biaya pemakaian alat dalam hal menurunkan container dari truck trailer.
Lift On adalah biaya pemakaian alat dalam hal menaikan container ke atas truck trailer.
SOC (Shipper Own Container) adalah Container Milik Shipper.
COC (Carrier Own Container) adalah Container Milik Pelayaran.
On Board date adalah kondisi yang menerangkan waktu dimana barang dinaikkan ke atas kapal.
CY (Container Yard) adalah metode pengiriman dari Tempat Penumpukan Peti Kemas Negara asal sampai ke Tempat Penumpukan Peti Kemas Negara tujuan.
CFS (Container Freight Station) adalah metode pengiriman dari Gudang LCL Negara asal sampai ke Gudang LCL Negara tujuan.
CY to CY adalah jenis layanan dimana biaya yang dibayarkan kepada pihak ekspedisi adalah biaya tambang atau ocean freight, biaya THC/LOLO di pelabuhan asal dan tujuan. Sedangkan biaya Trucking Pick Up dan Delivery menjadi urusan dan tanggung jawab pengirim dan penerima barang.
Port to CY adalah jenis layanan dimana biaya yang dibayarkan kepada pihak ekspedisi adalah biaya tambang atau ocean freight, biaya THC/LOLO di pelabuhan tujuan. Sedangkan biaya Trucking Pick Up dan Delivery serta biaya THC/LOLO di pelabuhan asal menjadi urusan dan tanggung jawab pengirim dan penerima barang.
Port to Door adalah Jenis layanan dimana biaya yang dibayarkan kepada pihak ekspedisi adalah biaya tambang atau ocean freight, trucking delivery serta biaya THC/LOLO di pelabuhan tujuan. Sedangkan biaya Trucking Pick Up dan biaya THC/LOLO di pelabuhan asal menjadi urusan dan tanggung jawab pengirim barang.
Port To Port adalah jenis layanan dimana semua biaya seperti biaya tambang atau ocean freight, biaya THC/LOLO di pelabuhan tujuan, biaya Trucking Pick Up dan Delivery serta biaya THC/LOLO di pelabuhan asal menjadi urusan dan tanggung jawab pengirim dan penerima barang.
Door To Door adalah jenis layanan dimana semua biaya seperti biaya tambang atau ocean freight, biaya THC/LOLO di pelabuhan tujuan, biaya Trucking Pick Up dan Delivery serta biaya THC/LOLO di pelabuhan asal dibayarkan kepada pihak ekspedisi.
LCL (Less than Container Loaded) adalah system pengiriman barang tanpa menggunakan container atau dengan kata lain pengiriman barang yang kapasitasnya dibawah standar kapasitas muat container.
barang yang kita kirim itu ditujukan ke Gudang penumpukan dari shipping agent. Lalu dari pihak Gudang tersebut akan mengumpulkan barang-barang kiriman LCL lain hingga memenuhi quota untuk di loading / di muat ke dalam container.
FCL (Full Container Loaded) yaitu jenis pengiriman barang terdiri dari 1 perusahaan dengan menggunakan container.
Ekspedisi harus mendatangkan container ke Gudang kita untuk proses pemuatan barang, setelah selesai muat, maka container itu kita segel dan kita kirimkan ke Tempat Penumpukan Peti Kemas dipelabuhan.
Shipper adalah Pengirim barang. Nama dan alamat lengkap Shipper harus tertulis jelas didalam dokumen-dokumen seperti : Bill Of Lading, Packing List, Commercial Invoice, COO, PEB (Pemberitahuan Export Barang), PIB (Pemberitahuan Import Barang ketika Importir mengurus proses pengeluaran barang dari Pelabuhan).
Consignee adalah Penerima barang. Nama dan alamat lengkap Consignee harus tertulis jelas didalam dokumen-dokumen seperti : Bill Of Lading, PackingList, Commercial Invoice, COO, PEB (Pemberitahuan Export Barang), PIB (Pemberitahuan Import Barang ketika Importir mengurus proses pengeluaran barang dari Pelabuhan).
Notify Party adalah pihak ketiga selain Consignee yang mengetahui adanya sebuah pengiriman barang.
Vessel adalah Kapal.
Voyage / Voy Adalah nomor pengapalan.
UTPK adalah Unit Tempat Penumpukan Peti Kemas.
DEPO adalah tempat penumpukan container kosong.
Delivery Order / DO adalah Surat yang diterbitkan pihak shipping atau forwarder kepada shipper sebagai tanda bukti pengambilan container kosong dan atau tanda bukti pengiriman barang dari gudang shipper ke UTPK atau Warehouse.
Stuffing / Loading adalah proses pemuatan barang export kedalam container atau truck angkutan (berlaku untuk kegiatan export).
UnStuffing / Striping adalah proses pembongkaran dari dalam container atau truck angkutan (berlaku untuk kegiatan import).
Feeder Vessel adalah Kapal pengangkut dari pelabuhan muat ke pelabuhan transit. Jenis kapal ini kecil hanya muat untuk mengangkut 3000an kontainer
Open Stack ( O/S ) adalah waktu dibukanya container / barang boleh di tempatkan di UTPK atau warehouse.
Closing Time ( C/T ) adalah waktu ditutupnya pemasukan / penumpukan barang di UTPK atau warehouse.
ETD adalah Estimated Time of Departure yaitu Waktu Perkiraan Keberangkatan Kapal dari pelabuhan muat.
ETA adalah Estimated Time of Arrival yaitu Waktu Perkiraan Kedatangan Kapal.
ETB adalah Estimated Time of Berthing yaitu Waktu Perkiraan Kapal Berlabuh / Sandar.
Space adalah tempat yang tersedia didalam kapal.
Storage adalah biaya penumpukan container di area tempat penimbunan sementara (TPS) dan yang menarik biaya tersebut adalah pemilik/pengelola lahan tersebut kepada pengguna container seperti Pelabuhan, Gudang berikat dll.
Demurage adalah batas waktu pemakaian container didalam pelabuhan (CY : Container Yard) mulai bongkar (discharges) kapal samapai pintu ke luar pelabuhan (Get out) ataupun sebaliknya mulai dari pintu masuk pelabuhan (Get in) sampai Muat (Loading) ke kapal.
Detention adalah batas waktu pemakaian container di luar pelabuhan antara depot out (Keluar gudang) container maskapai pelayaran samapai masuk ke pintu pelabuhan (depot in) atau dari pintu keluar pelabuhan (depot out) sampai container masuk ke gudang container (depot in) Maskapai pelayaran.
Haulage adalah mengangkut petikemas dengan menggunakan chasis/truck dalam daerah kerja pelabuhan dari lambung kapal ke Container Yard (CY) / lapangan penumpukan atau sebaliknya.
CBM (Cubication / Measurement) adalah ukuran kubikasi suatu barang.
Customs Clearance adalah proses administrasi pengiriman dan atau pengeluaran barang ke / dari Pelabuhan muat / Bongkar yang berhubungan dengan Kepabeanan dan administrasi pemerintahan.
Freight Prepaid adalah Sistem pembayaran biaya pengiriman barang di pelabuhan muat.
Freight Collect adalah Sistem pembayaran biaya pengiriman barang di pelabuhan bongkar.
F.O.B adalah Free On Board adalah system pembelian barang dimana semua biaya Pengiriman atau O/F , Asuransi dan harga barang dibayarkan setelah kapal sampai atau di pelabuan bongkar.
C.I.F adalah Cost Insurance & Freight adalah system pembelian barang dimana Biaya Pengiriman, Asuransi dan Harga barang dibayarkan sebelum kapal berangkat / di pelabuhan muat.
C & F adalah Cost and Freight adalah system pembelian barang dimana Biaya Pengiriman dan Harga Barang di bayarkan di pelabuhan muat namun asuransi menjadi tanggungan Penerima Barang.
Bill Of Lading atau B/L adalah Surat / Dokumen yang diterbitkan oleh Shipping Line / Freight Forwarder untuk setiap pengiriman barang Export. Bill Of Lading ini di terbitkan pada tanggal keberangkatan Kapal. Bill Of Lading ini nantinya akan diberikan kepada consignee untuk mengambil barang di tempat tujuan (pengambilan import). Fungsi dari Bill Of Lading ini sangat banyak. Selain sebagai bukti pengambilan barang di tujuan, juga dilampirkan dalam proses pembuatan COO.
Certificate of Origin adalah Sertifikat Asal Barang. Diterbitkan oleh DISPERINDAG kepada exporter. Kegunaannya adalah sebagai bukti keaslian barang dari Negara Asal yang tertera pada Bill Of Lading.
Packing List adalah Daftar Sistem Pengepakan. Packing List ini diterbitkan oleh setiap exporter setiap kali akan export. Data2 Packing List inilah yang akan di muat pada Bill of Lading maupun AirWayBill. Packing List berisikan data2 Nama dan alamat Shipper, Nama dan Alamat Consignee, Nama dan Alamat Notify Party (jika ada), Nama Barang, Jumlah dan Jenis Kemasan, Jumlah barang, Berat Bersih / Net Weight, Berat Kotor / Gross Weight, Kubikasi, Shipping Marks & Numbers / Keterangan yang tertulis pada kemasan, Nama Vessel, Pelabuhan Muat, Pelabuhan Bongkar.
Comemrcial Invoice adalah Daftar Nilai / Harga Barang yang tercantum dalam Packing List. Commercial Invoice ini berisikan nilai barang per item dan total nilai barang. Bill Of Lading, Packing List dan Commercial Invoice adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam proses Export dan Import atau bisa dikatakan ketiga dokumen ini adalah 1 set dokumen Export / Import.
P.O.L adalah Port Of Loading yaitu Pelabuhan Muat.
P.O.D adalah Port of Discharge yaitu Pelabuhan Bongkar.
kjukj
Place of Delivery yaitu Tujuan akhir Pengiriman Barang.
Place of Receipt yaitu Tempat Penerimaan Barang.
Customs Clearance adalah proses administrasi pengiriman dan atau pengeluaran barang ke / dari Pelabuhan muat / Bongkar yang berhubungan dengan Kepabeanan dan administrasi pemerintahan.
Pengiriman Kapal Laut
Surabaya Putra Mandiri - Untuk pengiriman Cargo laut ada secara FCL dan LCL. Untuk FCL menggunakan kontainer 20" atau 40". sedangkan untuk LCL menggunakan cara parsial, jadi dihitung kubikasi atau tonase. Inilah cara menghitung volume dan kubikasi kargo pada perusahaan pengiriman barang saat anda akan kirim barang mungkin anda tidak begitu faham apa itu hitungan volume? apa itu hitungan kubikasi? nah di sini akan coba kami jabarkan agar anda sedikit mengetahui perhitungan pengiriman barang di dunia expedisi.
Pengiriman barang pada umunya di timbang dan di hitung kilogram, ini berlaku untuk semua pengiriman baik via darat, laut dan juga udara. akan tetapi jika barang yang anda kirimkan itu besar namun ringan maka akan di kenakan cara penghitungan volume dan cara perhitungannya sebagai berikut:
PERHITUNGAN VOLUME PENGIRIMAN VIA JALUR DARAT DAN LAUT:
pertama-tama di timbang dahulu barangnya misalkan 10kg
kedua barang tersebut di ukur berapa panjangnya? lebarnya? dan tingginya?
setelah tau ukurannya maka kita hitung volumenya dengan rumus P X L X T : 4000
CONTOH: 50 X 50 X 50 : 4000 = 31,25 ( 31KG ) maka dengan hitungan ini, otomatis berat aslinya tidak berlaku. yang berlaku adalah berat volume sebesar 31kg.
Untuk pengiriman barang via udara rumusnya berbeda dengan rumus perhitungan volume darat dan laut, yaitu lebih besar dan akan menghasilkan kilogram yang lebih kecil. dan berikut rumus perhitungannya
P X L X T : 6000 = HASIL CONTOH: 50 X 50 X 50 : 6000 = 20,8 DI BULATKAN 21KG jadi perhitungan volumenya dari barang yang di kirim adalah 21kg.
CARA HITUNG KUBIK PADA PERUSAHAAN EKSPEDISI DARAT DAN LAUT
biasanya perhitungan kubikasi di peruntukan bagi pengirim barang dalam jumlah banyak dan ingin mendapatkan harga paling murah dengan menggunakan cargo laut. akan tetapi biasanya kirim barang murah ini punya dua metode, yaitu di hitung per ton atau per kubik. nah kita di sini akan hitung per kubiknya, kalo hitung per ton kan tinggal di timbang.
untuk rumus perhitungan kubik adalah sebagai berikut: P X L X T : 1.000.000. = HASIL.
misalkan barang dengan ukuran PANJANG= 200 LEBAR= 200 TINGGI= 200
MAKA 200 X 200 X 200 : 1.000.000 = 8 jadi perhitungannya berapa kubik? dari perhitungan tersebut total kubik sebanyak 8M3 (delapan kubik)
Atau kami berikan cara yang paling mudah buat anda, silahkan ukur barang anda satu persatu lalu di hitung menggunakan aplikasi di bawah ini. satu kali tekan anda akan tau semua berapa volume barang anda yang di kirim via udara, laut dan juga kubikasinya.
Pengiriman barang pada umunya di timbang dan di hitung kilogram, ini berlaku untuk semua pengiriman baik via darat, laut dan juga udara. akan tetapi jika barang yang anda kirimkan itu besar namun ringan maka akan di kenakan cara penghitungan volume dan cara perhitungannya sebagai berikut:
PERHITUNGAN VOLUME PENGIRIMAN VIA JALUR DARAT DAN LAUT:
pertama-tama di timbang dahulu barangnya misalkan 10kg
kedua barang tersebut di ukur berapa panjangnya? lebarnya? dan tingginya?
setelah tau ukurannya maka kita hitung volumenya dengan rumus P X L X T : 4000
CONTOH: 50 X 50 X 50 : 4000 = 31,25 ( 31KG ) maka dengan hitungan ini, otomatis berat aslinya tidak berlaku. yang berlaku adalah berat volume sebesar 31kg.
Untuk pengiriman barang via udara rumusnya berbeda dengan rumus perhitungan volume darat dan laut, yaitu lebih besar dan akan menghasilkan kilogram yang lebih kecil. dan berikut rumus perhitungannya
P X L X T : 6000 = HASIL CONTOH: 50 X 50 X 50 : 6000 = 20,8 DI BULATKAN 21KG jadi perhitungan volumenya dari barang yang di kirim adalah 21kg.
CARA HITUNG KUBIK PADA PERUSAHAAN EKSPEDISI DARAT DAN LAUT
biasanya perhitungan kubikasi di peruntukan bagi pengirim barang dalam jumlah banyak dan ingin mendapatkan harga paling murah dengan menggunakan cargo laut. akan tetapi biasanya kirim barang murah ini punya dua metode, yaitu di hitung per ton atau per kubik. nah kita di sini akan hitung per kubiknya, kalo hitung per ton kan tinggal di timbang.
untuk rumus perhitungan kubik adalah sebagai berikut: P X L X T : 1.000.000. = HASIL.
misalkan barang dengan ukuran PANJANG= 200 LEBAR= 200 TINGGI= 200
MAKA 200 X 200 X 200 : 1.000.000 = 8 jadi perhitungannya berapa kubik? dari perhitungan tersebut total kubik sebanyak 8M3 (delapan kubik)
Atau kami berikan cara yang paling mudah buat anda, silahkan ukur barang anda satu persatu lalu di hitung menggunakan aplikasi di bawah ini. satu kali tekan anda akan tau semua berapa volume barang anda yang di kirim via udara, laut dan juga kubikasinya.

Ekspedisi Kapal laut Surabaya
PT Surabaya Putra Mandiri (SPM) adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL) sejak tahun 2009. Namun seiring berkembangnya bisnis perusahaan jasa pengurusan transportasi, kami meningkatkan layanan pengiriman barang yang terintegrasi dengan menggunakan kombinasi model angkutan laut, door to door, door to port, atau port to door yang dimulai dengan penjemputan, penyimpanan sampai dengan pengantaran ke tujuan di seluruh wilayah Indonesia (domestik).
Untuk membantu kelancaran usaha pelaku bisnis, baik perusahaan maupun perseorangan secara efektif dan efisien, maka PT Surabaya Putra Mandiri (SPM) dalam setiap layanannya dikemas secara utuh dalam satu konsep pusat layanan sehingga tidak hanya memberikan kemudahan tetapi juga mampu memberikan pelayanan yang dapat meningkatkan Supply Chain dan memberikan keunggulan yang kompetitif dalam konsep Supply Chain Management. Di samping itu, dengan dukungan segenap mitra kerja dan sumber daya manusia yang terlatih dan teruji, maka hal ini menempatkan PT Surabaya Putra Mandiri (SPM) sebagai perusahaan penyedia layanan jasa transportasi yang profesional, handal, dan terpercaya.
Ekspedisi Surabaya Balikpapan, Ekspedisi Surabaya Banjarmasin
Kami PT. Surabaya Putra Mandiri ada untuk mendukung serta membantu bisnis dan kegiatan anda dalam melakukan perniagaan maupun aktifitas dinas dari pekerjaaan anda. Kami menawarkan Ekspedisi Surabaya Balikpapan – PT. Surabaya Putra Mandiri dan seluruh kota yang ada di Indonesia, tentu saja juga termasuk Kota Balikpapan yang cukup maju dalam perekonomian dan menjadi destinasi baik pariwisata, perdagangan dan pendidikan. Tak heran banyak dari anda yang merantau ke kota besar ingin kembali ke kampung halaman di Balikpapan, kami menawarkan Ekspedisi Surabaya Balikpapan dengan harga terjangkau kami dapat membantu anda dalam melakukan pengiriman barang anda dengan Ekspedisi Surabaya Balikpapan.
Bagaimana cara Anda menggunakan Ekspedisi Murah dari Surabaya ke Balikpapan?
Jika Anda memiliki kebutuhan dalam pengiriman barang, jasa pindahan rumah, pengiriman barang rutin, pengiriman motor, dan pengiriman pemasaran produk silahkan kunjungi kami di Jalan cumi cumi no 11 Surabaya. Kami melayani berbagai pengiriman barang mulai dari pindahan rumah, pengiriman motor, pengiriman barang cargo melalui laut .
hubungi kami pada jam kerja operasional
Telp Office : 031-3523212 / 3576739
No Fax : 031-3576739
Telp/WA : Andik 081333561114
Website : www.surabayaputramandiri.blogspot.com
Email : andik.spmsby@gmail.com / surabayaputramandiri@yahoo.com

Ekspedisi Kapal Laut | EMKL | Cargo Laut
Ekspedisi Surabaya - Profil perusahaan PT EMKL Surabaya Putra Mandiri bahwa, dewasa ini dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin berkembang, menjadikan banyak perusahaan jasa yang bergerak di bidang EMKL(Ekspedisi Muatan Kapal Laut). EMKL merupakan perusahaan jasa yang bergerak di bidang pengiriman barang antar pulau atau antar negara dengan menggunakan kapal laut. EMKL menjadi sarana utama pengiriman barang antar berbagai daerah di Indonesia. (Profil PT. EMKL Surabaya Putra Mandiri. Jasa pengiriman barang melibatkan beberapa pihak, yaitu: 1) pengirim barang, 2) perusahaan pelayaran, 3) perusahaan jasa EMKL, 4) penerima/pemilik barang. Adanya jasa EMKL sangat membantu pendistribusian barang baik di dalam maupun luar negeri. Pemasok atau pabrik sangat bergantung pada EMKL, karena jalur transportasi laut dinilai mudah, terjangkau, dan menjangkau seluruh wilayah. Kebutuhan informasi dalam sistem informasi sangat dibutuhkan oleh perusahaan PT. EMKL Surabaya Putra Mandiri untuk kepentingan dalam menyebarluaskan kebutuhan informasi bagi perusahaan lain yang bekerjasama atau terkait dengan perusahaan ini serta untuk lebih mengetahui sistem kerja pada perusahaan ini, maka kebutuhan sistem informasi sangatlah dibutuhkan
Dalam era perdagangan global sekarang ini, arus barang masuk dan keluar sangatlah cepat. Untuk memperlancar urusan bisnisnya, para pengusaha dituntut untuk memiliki pengetahuan yang cukup mengenai prosedur ekspor impor, baik dari segi peraturan yang selalu diperbarui terutama yang berhubungan dengan perdagangan internasional, kepabeanan, shipping maupun perbankan, yang semuanya ini saling berkaitan dan selama ini sering terjadi permasalahan di lapangan. PT. EMKL Surabaya Putra Mandiri merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa ekspor dan impor. PT. EMKL Surabaya Putra Mandiri berlokasi di jalan cumi cumi no 11 perak Surabaya. Perusahaan ini menyediakan jasa pengiriman barang baik ke dalam maupun luar negeri. Untuk dapat bersaing dengan perusahaan-perusahaan lain sejenis, PT. EMKL Surabaya Putra Mandiri harus mampu mengikuti perkembangan teknologi dan pasar.
Ekspedisi kapal laut memang menjadi pilihan utama untuk pengiriman barang via laut, disamping lebih murah juga lebih aman. ekspedisi kapal laut atau lebih dikenal dengan cargo laut ada dua macam, menggunakan kapal roro atau kontainer
ekspedisi kapal laut
Ekspedisi Surabaya - Sering kita mendengar kata EMKL dan mungkin saja masih bingung dengan istilah tersebut. EMKL merupakan singkatan dari Ekspedisi Muatan Kapal Laut. Perusahaan Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL) merupakan perusahaan bidang logistik, dimana perusahaan tersebut memiliki ijin atau legalitas dari pemerintah untuk melakukan pelayanan berupa pengiriman barang besar dan berat menggunakan kapal laut, hal ini biasa juga disebut dengan cargo laut. Adapun pengertian lainnya tentang EMKL (Ekspedisi Muatan Kapal Laut) adalah usaha pengurusan dokumen dan muatan yang akan diangkut melalui kapal.
Jasa ekspedisi laut ini merupakan salah satu alternatif yang paling digemari oleh banyak masyarakat Indonesia, baik itu perseorangan ataupun perusahaan. Hal ini disebabkan karena dengan menggunakan jasa EMKL masyarakat dapat memperoleh biaya yang lebih murah dengan jumlah dan berat barang yang besar. Dengan menggunakan armada pelayaran kapal laut, Indonesia sebagai negara kepulauan sangat memungkinkan masyarakatnya untuk menikmati solusi jasa pengiriman barang murah ke seluruh kota-kota di Indonesia.
Anda ingin mengirim barang dengan Ekspedisi Muatan Kapal Laut?
PT. Surabaya Putra Mandiri adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa ekspedisi & pengiriman barang yang berlokasi di Surabaya, kami melayani jasa pengiriman barang dengan container untuk dikirimkan ke berbagai kota sesuai dengan tujuan pengiriman anda. Kami memiliki jaringan di kota-kota di Indonesia untuk dapat memberikan solusi terbaik kebutuhan pengiriman barang. Silahkan hubungi kami untuk penawaran terbaik.
Jasa ekspedisi laut ini merupakan salah satu alternatif yang paling digemari oleh banyak masyarakat Indonesia, baik itu perseorangan ataupun perusahaan. Hal ini disebabkan karena dengan menggunakan jasa EMKL masyarakat dapat memperoleh biaya yang lebih murah dengan jumlah dan berat barang yang besar. Dengan menggunakan armada pelayaran kapal laut, Indonesia sebagai negara kepulauan sangat memungkinkan masyarakatnya untuk menikmati solusi jasa pengiriman barang murah ke seluruh kota-kota di Indonesia.
Anda ingin mengirim barang dengan Ekspedisi Muatan Kapal Laut?
PT. Surabaya Putra Mandiri adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa ekspedisi & pengiriman barang yang berlokasi di Surabaya, kami melayani jasa pengiriman barang dengan container untuk dikirimkan ke berbagai kota sesuai dengan tujuan pengiriman anda. Kami memiliki jaringan di kota-kota di Indonesia untuk dapat memberikan solusi terbaik kebutuhan pengiriman barang. Silahkan hubungi kami untuk penawaran terbaik.
Cargo Laut | Ekspedisi Laut
Ekspedisi Surabaya - Jasa Cargo Laut atau yang sering dikenal Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL). merupakan pendistribusian barang dalam jumlah/volume/berat besar dengan menggunakan transportasi laut.
Saat ini jasa cargo laut menjadi opsi yang paling banyak dipilih oleh pebisnis, perusahaan maupun perseorangan karena kemudahan yang ditawarkan. Mengirimkan barang via cargo laut maka pengguna jasa bisa merasakan berbagai kemudahan, termasuk salah satunya biaya yang lebih murah.
Prosedur Pengiriman via Cargo Laut
Umumnya pengiriman via cargo laut dilakukan mengacu pada pertimbangan ongkos kirim (freight rate) paling murah. Namun karena jarak tempuh yang mungkin lebih lama, maka kondisi barang kiriman yang mudah rusak (tidak tahan lama) menjadi hal yang harus dipertimbangkan.
Masih banyak pertimbangan lain, salah satunya produk dalam kemasan yang mudah rusak memerlukan perlakukan khusus untuk menjaga suhu tetap stabil. Untuk itu pengiriman barang berupa sayuran, hasil pertanian, & frozen food sangatlah susah menggunakan armada ini.
Disamping menggunakan cargo container, pengiriman lewat jasa cargo laut juga bisa menggunakan fasilitas non-container. Pengiriman barang via kapal laut tanpa container ini disebut ekspedisi kapal curah (breakbulk). Berikut uraian singkat terkait pengiriman menggunakan container maupun breakbulk (non-container).
Pengapalan dengan Container dan Kategori Barang Ekspor
Menggunakan container kering atau tanpa pendingin (dry container) relatif lebih aman dan lebih praktis. Untuk itu pengiriman yang jumlahnya terbatas (tidak terlalu besar) umumnya diangkut dalam container. Adapun kondisi pengapalan menggunakan container menurut pengirim maupun penerima dibedakan menjadi beberapa berikut ini.
Full Container Load (FCL)/Full Container Load (FCL). Ini menandakan bahwa muatan yang berada dalam SATU container dikirim oleh SATU Perusahaan Exportir untuk tujuan SATU Perusahaan Importir pada salah satu negera tujuan. Untuk biaya pengiriman dihitung berdasarkan per-container meskipun isinya kurang atau sama dengan 10 MT.
Full Container Load (FCL)/Less Container Load (LCL). Ini menandakan bahwa muatan dalam SATU container dikirim oleh SATU perusahaan Exportir dengan tujuan lebih dari SATU perusahaan importir di negara tujuan. Biaya pengirimannya juga dihitung per-container meskipun isinya kurang atau sama dengan 10 MT.
Less Container Load (LCL)/Less Container Load (LCL). Ini menandakan bahwa dalam SATU container dikirim beberapa perusahaan eksportir sekaligus dari negara asal yang sama, dengan tujuan beberapa perusahaan importir di negara yang sama pula. Adapun ongkos pengirimannya dihitung per-MT/M3 mengacu pada berat/volume, tergantung dari ukuran atau satuan yang lebih besar.
Less Container Load (LCL)/Full Container Load (FCL). Ini menandakan bahwa dalam SATU container sekaligus dikirimkan oleh sejumlah perusahaan eksportir kepada SATU perusahaan importir. Biaya pengiriman umumnya dihitung per-MT/M3 mengacu pada berat/volume, atau tergantung dari ukuran atau satuan yang lebih besar.
Dalam hal ini maskapai pelayaran telah menyediakan cargo kapal cepat dengan rute (trayek) ke sejumlah negara secara periodic. Untuk mendapatkan informasi detail terkait rute yag ditetapkan masing-masing makapai, pihak eksportir bisa menghubungi sejumlah maskapai pelayaran yang diinginkan.
Kapasitas dan Pengamanan Container
Isi atau kapasitas container berbeda-beda, tergantung jenis maupun ukurannya. Secara umum ukuran container yang banyak disediakan di pelabuhan yaitu 20 feet dan 40 feet. Contoh paling mudah, sebuah dry container ukuran 20 feet sanggup memuat beras hingga 25 MT atau gula pasir hingga 26 MT yang dikemas didalam karung ukuran isi 50 kilogram.
Beralih ke sektor pengamanan container selama di perjalanan, meski container terbuat dari lembar baja yang kuat namun keamanan barang kiriman tetap harus jadi prioritas. Adapan langkah-langkah pengamanan container yang dilakukan oleh perusahaan jasa cargo laut diantaranya:
Pengamanan Fisik Container. Container diperiksa terlebih dulu sebelum proses pemuatan barang. Disini apabila terdapat container yang sudah cacat secara fisik (berlubang/bocor) pengirim dapat menolak karena air bisa masuk ke dalam container sehingga merusak isinya. Setelah pemuatan barang, pintu ditutup dan digembok (jika container dimuat di luar pelabuhan). Seal atau segel pengaman juga harus dpastikan aman dan terpasang tepat di pintu container. Pengamanan fisik ini biasanya dilakukan setelah melalui pemeriksaan sebelum container diangkat ke kapal.
Pengamanan Kualitas Barang. Barang disusun dalam container dengan menyisakan sedikit ruang untuk proses sirkulasi udara. Seluruh dinding dan atap container ditempel kertas untuk bahan penyerap air (embun) dan bahan penyerap lembab yang digantung. Ini untuk mengantisipasi kerusakan barang karena selama dalam perjalanan sering terjadi perubahan suhu di luar container yang menyebabkan pengembunan.
Proses Pengiriman Barang via Cargo Laut
Proses pengiriman barang via Cargo Laut sama seperti pengiriman pada umumnya, akan tetapi pengiriman cargo laut disesuaikan dengan jadwal keberangkatan kapal, Untuk kapal cepat Pelni biasanya jadwal pemberangkatan 2 kali dalam seminggu.
untuk informasi dan pengiriman hubungi 081333561114 / 031-3523212 FAX: 031-3576739
email : andik.spmsby@gmail.com
Saat ini jasa cargo laut menjadi opsi yang paling banyak dipilih oleh pebisnis, perusahaan maupun perseorangan karena kemudahan yang ditawarkan. Mengirimkan barang via cargo laut maka pengguna jasa bisa merasakan berbagai kemudahan, termasuk salah satunya biaya yang lebih murah.
Prosedur Pengiriman via Cargo Laut
Umumnya pengiriman via cargo laut dilakukan mengacu pada pertimbangan ongkos kirim (freight rate) paling murah. Namun karena jarak tempuh yang mungkin lebih lama, maka kondisi barang kiriman yang mudah rusak (tidak tahan lama) menjadi hal yang harus dipertimbangkan.
Masih banyak pertimbangan lain, salah satunya produk dalam kemasan yang mudah rusak memerlukan perlakukan khusus untuk menjaga suhu tetap stabil. Untuk itu pengiriman barang berupa sayuran, hasil pertanian, & frozen food sangatlah susah menggunakan armada ini.
Disamping menggunakan cargo container, pengiriman lewat jasa cargo laut juga bisa menggunakan fasilitas non-container. Pengiriman barang via kapal laut tanpa container ini disebut ekspedisi kapal curah (breakbulk). Berikut uraian singkat terkait pengiriman menggunakan container maupun breakbulk (non-container).
Pengapalan dengan Container dan Kategori Barang Ekspor
Menggunakan container kering atau tanpa pendingin (dry container) relatif lebih aman dan lebih praktis. Untuk itu pengiriman yang jumlahnya terbatas (tidak terlalu besar) umumnya diangkut dalam container. Adapun kondisi pengapalan menggunakan container menurut pengirim maupun penerima dibedakan menjadi beberapa berikut ini.
Full Container Load (FCL)/Full Container Load (FCL). Ini menandakan bahwa muatan yang berada dalam SATU container dikirim oleh SATU Perusahaan Exportir untuk tujuan SATU Perusahaan Importir pada salah satu negera tujuan. Untuk biaya pengiriman dihitung berdasarkan per-container meskipun isinya kurang atau sama dengan 10 MT.
Full Container Load (FCL)/Less Container Load (LCL). Ini menandakan bahwa muatan dalam SATU container dikirim oleh SATU perusahaan Exportir dengan tujuan lebih dari SATU perusahaan importir di negara tujuan. Biaya pengirimannya juga dihitung per-container meskipun isinya kurang atau sama dengan 10 MT.
Less Container Load (LCL)/Less Container Load (LCL). Ini menandakan bahwa dalam SATU container dikirim beberapa perusahaan eksportir sekaligus dari negara asal yang sama, dengan tujuan beberapa perusahaan importir di negara yang sama pula. Adapun ongkos pengirimannya dihitung per-MT/M3 mengacu pada berat/volume, tergantung dari ukuran atau satuan yang lebih besar.
Less Container Load (LCL)/Full Container Load (FCL). Ini menandakan bahwa dalam SATU container sekaligus dikirimkan oleh sejumlah perusahaan eksportir kepada SATU perusahaan importir. Biaya pengiriman umumnya dihitung per-MT/M3 mengacu pada berat/volume, atau tergantung dari ukuran atau satuan yang lebih besar.
Dalam hal ini maskapai pelayaran telah menyediakan cargo kapal cepat dengan rute (trayek) ke sejumlah negara secara periodic. Untuk mendapatkan informasi detail terkait rute yag ditetapkan masing-masing makapai, pihak eksportir bisa menghubungi sejumlah maskapai pelayaran yang diinginkan.
Kapasitas dan Pengamanan Container
Isi atau kapasitas container berbeda-beda, tergantung jenis maupun ukurannya. Secara umum ukuran container yang banyak disediakan di pelabuhan yaitu 20 feet dan 40 feet. Contoh paling mudah, sebuah dry container ukuran 20 feet sanggup memuat beras hingga 25 MT atau gula pasir hingga 26 MT yang dikemas didalam karung ukuran isi 50 kilogram.
Beralih ke sektor pengamanan container selama di perjalanan, meski container terbuat dari lembar baja yang kuat namun keamanan barang kiriman tetap harus jadi prioritas. Adapan langkah-langkah pengamanan container yang dilakukan oleh perusahaan jasa cargo laut diantaranya:
Pengamanan Fisik Container. Container diperiksa terlebih dulu sebelum proses pemuatan barang. Disini apabila terdapat container yang sudah cacat secara fisik (berlubang/bocor) pengirim dapat menolak karena air bisa masuk ke dalam container sehingga merusak isinya. Setelah pemuatan barang, pintu ditutup dan digembok (jika container dimuat di luar pelabuhan). Seal atau segel pengaman juga harus dpastikan aman dan terpasang tepat di pintu container. Pengamanan fisik ini biasanya dilakukan setelah melalui pemeriksaan sebelum container diangkat ke kapal.
Pengamanan Kualitas Barang. Barang disusun dalam container dengan menyisakan sedikit ruang untuk proses sirkulasi udara. Seluruh dinding dan atap container ditempel kertas untuk bahan penyerap air (embun) dan bahan penyerap lembab yang digantung. Ini untuk mengantisipasi kerusakan barang karena selama dalam perjalanan sering terjadi perubahan suhu di luar container yang menyebabkan pengembunan.
Proses Pengiriman Barang via Cargo Laut
Proses pengiriman barang via Cargo Laut sama seperti pengiriman pada umumnya, akan tetapi pengiriman cargo laut disesuaikan dengan jadwal keberangkatan kapal, Untuk kapal cepat Pelni biasanya jadwal pemberangkatan 2 kali dalam seminggu.
untuk informasi dan pengiriman hubungi 081333561114 / 031-3523212 FAX: 031-3576739
email : andik.spmsby@gmail.com
Ekspedisi surabaya
Ekspedisi Surabaya - Semenjak awal 2009, PT. Surabaya Putra Mandiri mulai memasuki usaha Ekspedisi Muatan Kapal Laut. Berpusat di Surabaya, PT. Surabaya Putra Mandiri melayani jasa Bidang Freight Forwarding, yaitu kegiatan usaha pelayanan jasa dokumentasi dan pengangkutan barang yang meliputi PPJK, Truk, Gudang, Container, Depo serta Bongkar Muat.
Saat ini, mayoritas kegiatan PT. SPM adalah pengiriman barang antar pulau baik secara Port to Port, Port to Door/Door to Port maupun Door to Door. Layanan Door to Door merupakan layanan paket lengkap dari PT. SPM untuk membantu pelanggangnya agar barang yang dikirimkan dari gudang asal dapat diterima di alamat tujuan dalam keadaan utuh, tepat waktu,dan biaya yang terjangkau.
Untuk tercapainya layangan yang memuaskan tersebut, PT. SPM akan membangun pola kerja yang profesional dengan menggabungkan kemampuan SDM yang berkualitas, sistem kerja yang efiesien, alat-alat yang lengkap dan termasuk moda transportasi darat/laut yang handal.
Muatan ekspedisi cargo yang telah kami tangani diantaranya adalah spare part kendaraan bermotor, berbagai macam produk-produk garment, peralatan teknik, peralatan proyek, pengiriman sepeda motor, pengiriman mobil hingga pengiriman alat berat.
Kami juga melayani jasa pengiriman barang berupa alat telekomunikasi, listrik hingga peralatan tambang minyak dan gas bumi. Maka dari itu tidaklah mengherankan jika kami telah dipercaya oleh berbagai perusahaan dan instansi pemerintah untuk melakukan ekspedisi Surabaya - Wilayah Kalimantan Selatan
Kini anda tidak perlu khawatir lagi, kami mampu menangani dan mendukung apapun bisnis dan pekerjaan anda, serahkan kepada kami kiriman barang anda akan ditangani dengan baik oleh tenaga yang professional dan berpengalaman.
Didukung kerjasama dengan perusahaan pelayaran nasional dan jaringan transportasi darat terbaik di Indonesia , pelayanan terbaik, kecepatan pengiriman dan keamanan barang adalah hal yang selalu kami prioritaskan.
Untuk informasi lebih lanjut hubungi 081333561114 (call/wa)
email: surabayaputramandiri@yahoo.com / andik.spmsby@gmail.com
Fax: 031-3576739
Saat ini, mayoritas kegiatan PT. SPM adalah pengiriman barang antar pulau baik secara Port to Port, Port to Door/Door to Port maupun Door to Door. Layanan Door to Door merupakan layanan paket lengkap dari PT. SPM untuk membantu pelanggangnya agar barang yang dikirimkan dari gudang asal dapat diterima di alamat tujuan dalam keadaan utuh, tepat waktu,dan biaya yang terjangkau.
Untuk tercapainya layangan yang memuaskan tersebut, PT. SPM akan membangun pola kerja yang profesional dengan menggabungkan kemampuan SDM yang berkualitas, sistem kerja yang efiesien, alat-alat yang lengkap dan termasuk moda transportasi darat/laut yang handal.
Muatan ekspedisi cargo yang telah kami tangani diantaranya adalah spare part kendaraan bermotor, berbagai macam produk-produk garment, peralatan teknik, peralatan proyek, pengiriman sepeda motor, pengiriman mobil hingga pengiriman alat berat.
Kami juga melayani jasa pengiriman barang berupa alat telekomunikasi, listrik hingga peralatan tambang minyak dan gas bumi. Maka dari itu tidaklah mengherankan jika kami telah dipercaya oleh berbagai perusahaan dan instansi pemerintah untuk melakukan ekspedisi Surabaya - Wilayah Kalimantan Selatan
Kini anda tidak perlu khawatir lagi, kami mampu menangani dan mendukung apapun bisnis dan pekerjaan anda, serahkan kepada kami kiriman barang anda akan ditangani dengan baik oleh tenaga yang professional dan berpengalaman.
Didukung kerjasama dengan perusahaan pelayaran nasional dan jaringan transportasi darat terbaik di Indonesia , pelayanan terbaik, kecepatan pengiriman dan keamanan barang adalah hal yang selalu kami prioritaskan.
Untuk informasi lebih lanjut hubungi 081333561114 (call/wa)
email: surabayaputramandiri@yahoo.com / andik.spmsby@gmail.com
Fax: 031-3576739
Langganan:
Postingan (Atom)








